Mungkin banyak yang tidak tahu, mayoritas kok (shuttlecock) bulu tangkis yang digunakan di Indonesia bahkan dunia, diproduksi di Tegal.
Desa Lawatan, Dukuhturi, dan sekitarnya adalah sentra industri rumahan (home industry) pengrajin kok. Mulai dari penyortiran bulu angsa, pemotongan, penancapan ke gabus, hingga pengeleman dan uji keseimbangan, semua dikerjakan dengan teliti oleh warga lokal.
Merek-merek terkenal seperti Gajah Mada, Garuda, hingga merek internasional, banyak yang "lahir" dari tangan terampil warga Tegal. Industri ini menyerap ribuan tenaga kerja lokal.